Cara Install IDE Android Studio dan Beberapa Fitur nya

emulator android studio nexus s

Android Studio adalah IDE yang akan kita gunakan ketika kita ingin mengembangkan aplikasi di Android. Sebelum Android Studio, sebagian besar programmer menggunakan Eclipse IDE. Untuk mengembangkan aplikasi Android dulu lumayan ribet. Namun sekarang, dengan menggunakan Android Studio kita dapat membuat aplikasi Android dengan lebih nyaman. Saat ini Eclipse untuk Android tampaknya hilang.

Karena aplikasi Android menggunakan bahasa Java, tentunya sebelum menginstal kita membutuhkan Java. Silahkan download dan install JDK terlebih dahulu yang bisa didownload di website Oracle.

Setelah Java terinstal, selanjutnya kita instal Android Studio. Ukuran installernya sangat besar yaitu 1181 MB atau hampir 1.2 GB untuk Android Studio versi 2.1. Jadi bro harus siapkan kuota yang cukup. Tidak hanya itu, setelah install Android Studio kita juga tetap harus memiliki koneksi internet, karena nantinya akan ada proses sinkronisasi Gradle (Android Build tool), download SDK, dan lain-lain yang juga membutuhkan koneksi internet.

Fitur Android Studio

Pasti kita bertanya-tanya, kenapa ukurannya begitu besar? ya, selain SDK yang ukurannya besar, Android Studio juga punya banyak fitur, mulai dari Gradle, fitur drag and drop, hingga emulator. Berikut ini adalah keunggulan Android Studio:

Fitur Instant Run

Proses instan ini memungkinkan Android Studio menjalankan aplikasi ke emulator lebih cepat karena Anda tidak perlu membuat kode sumber dari awal. Misalnya jika kita menjalankan aplikasi di emulator, selama Android Studio masih mendeteksi aplikasi dalam posisi “Running”, maka saat kita mengubah kode dan menjalankannya kembali, Android Studio akan langsung menjalankan aplikasi tersebut. Sebenarnya hal ini memiliki kekurangan, saat aplikasi berjalan kemudian aplikasi kita berhenti, aplikasi yang terinstal di emulator bukanlah versi terbaru (yang berjalan dari instant run) melainkan versi yang dijalankan / dibangun pertama kali.

Baca:  Membuat Kalkulator Sederhana di Netbeans

Editor Kode Hebat

Seperti Netbeans atau Eclipse, Java IDE biasanya memiliki editor kode dengan fitur-fitur bagus, serta Android Studio. Yang jelas ada banyak fitur yang bisa kita gunakan agar kita bisa menulis kode lebih cepat.

Emulator

Fitur emulator ini juga menjadi salah satu kelebihan Android Studio. Kerennya lagi, untuk prosesor Intel ada Intel HAXM (Intel Hardware Accelerated Execution Manager) yang katanya akan mempercepat jalannya emulator. Namun menurut saya emulator bawaan untuk Android Studio terbilang berat karena membutuhkan resource yang besar. Saya sudah mencobanya di laptop Asus A455LN dengan prosessor Core i5 4210U, emulatornya berjalan cukup cepat.

Jika komputer yang digunakan untuk mengembangkan speknya biasa-biasa saja, saat menjalankan emulator akan memakan waktu lama untuk memuat, jadi sebaiknya cari emulator yang sedikit lebih ringan, misalnya Genymotion.

Nexus S Studio Android Emulator
Tampilan emulator di Android Studio

Template Kode dan Integrasi dengan GitHub

Android Studio memiliki banyak template yang membantu programmer membuat koding, misalnya template Login Activity, Empty Activity, Navigation Drawer, Fragment Activity, Map Activity, dan masih banyak lagi yang disediakan jadi gunakan saja.

Dengan integrasi ini ke GitHub, kita juga bisa langsung checkout kode sampel dari GitHub, kita juga bisa langsung menyinkronkan proyek yang sedang kita kerjakan ke repositori online lainnya.

Baik,

Postingan Cara Install IDE Android Studio dan beberapa fiturnya muncul pertama kali di Azuharu ~ Another Dream.